Pemerintah Desa Sejahtera kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan warga. Pada hari Sabtu lalu, bertempat di Balai Desa, telah sukses diselenggarakan Workshop Budidaya Ikan dan Sayur dalam Ember (Aquaponik). Acara yang diikuti dengan antusias oleh puluhan perwakilan warga dari berbagai dusun ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Aquaponik merupakan sebuah sistem pertanian modern yang menggabungkan budidaya ikan (akuakultur) dengan menanam tanaman tanpa tanah (hidroponik) dalam satu ekosistem yang saling menguntungkan. Dalam sistem ini, kotoran ikan yang kaya nutrisi dimanfaatkan sebagai pupuk alami bagi tanaman. Sebaliknya, tanaman berfungsi sebagai filter alami yang menjernihkan air untuk kehidupan ikan. Konsep simbiosis mutualisme ini membuat aquaponik menjadi metode yang sangat efisien dan ramah lingkungan.
Dalam workshop yang dipandu oleh Bapak Budi Santoso, seorang praktisi pertanian terpadu, para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung praktik. Bapak Budi menjelaskan beberapa keunggulan utama sistem aquaponik, antara lain:
- Hemat Lahan: Sangat cocok untuk pekarangan rumah yang sempit.
- Hemat Air: Menghemat penggunaan air hingga 90% dibandingkan metode berkebun konvensional.
- Bebas Pestisida: Menghasilkan sayuran organik yang sehat karena tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida.
- Panen Ganda: Dalam satu waktu, warga bisa memanen ikan (sumber protein) dan sayuran (sumber vitamin).
Puncak acara adalah sesi praktik, di mana peserta diajak membuat sistem aquaponik sederhana menggunakan ember bekas. Dengan bahan yang mudah didapat, mereka belajar merakit instalasi, memilih media tanam seperti arang batok kelapa, hingga menebar benih ikan lele dan bibit sayuran kangkung.
Kepala Desa Sejahtera dalam sambutannya menyatakan, "Kegiatan ini adalah langkah awal kita untuk menciptakan kemandirian pangan dari unit terkecil, yaitu keluarga. Kami berharap ilmu yang didapat hari ini bisa langsung diterapkan dan ditularkan kepada tetangga lainnya."
Workshop ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan pekarangan menjadi lebih produktif. Pemerintah Desa berencana akan membentuk kelompok tani aquaponik untuk memfasilitasi dan memonitor perkembangan inisiatif positif ini.
Disclaimer: Artikel ini digenerate menggunakan AI untuk keperluan testing dan development. Jika terdapat kesamaan dengan kejadian, tokoh, atau tempat yang sebenarnya adalah kebetulan semata.