DESA MAJU JAYA – Semangat olahraga di Desa Maju Jaya tak pernah padam. Setiap sore, lapangan desa selalu ramai oleh aktivitas warga, mulai dari pertandingan sepak bola persahabatan hingga turnamen bola voli antar-RT. Namun, semangat kompetisi yang tinggi terkadang belum diimbangi dengan perangkat pertandingan yang memadai, terutama wasit yang berkualitas. Menjawab tantangan tersebut, Karang Taruna Tunas Bangsa bekerja sama dengan Pemerintah Desa Maju Jaya sukses menyelenggarakan “Pelatihan Dasar Wasit Olahraga” pada hari Sabtu dan Minggu, 25-26 Mei 2024, bertempat di Balai Desa Maju Jaya.
Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak generasi baru wasit yang tidak hanya memahami aturan permainan secara mendalam, tetapi juga memiliki integritas, ketegasan, dan mental yang kuat. Dengan adanya wasit yang kompeten dari kalangan warga sendiri, diharapkan setiap pertandingan di tingkat desa dapat berjalan lebih adil, tertib, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Pelatihan ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas ekosistem olahraga di Desa Maju Jaya secara keseluruhan.
Kepala Desa Maju Jaya, Bapak Hartono, dalam sambutannya saat membuka acara, menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemuda Karang Taruna yang telah menginisiasi program bermanfaat ini. “Investasi terbaik adalah investasi pada sumber daya manusia. Dengan melatih para pemuda kita menjadi wasit yang andal, kita tidak hanya menyiapkan mereka untuk memimpin pertandingan, tetapi juga mendidik mereka tentang kepemimpinan, keadilan, dan tanggung jawab,” ujar Bapak Hartono.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari anggota Karang Taruna dan pemuda-pemudi perwakilan dari setiap Rukun Warga (RW). Antusiasme peserta terlihat jelas dari keaktifan mereka dalam setiap sesi. Untuk memastikan kualitas materi, panitia menghadirkan narasumber berpengalaman langsung dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tingkat Kabupaten, yaitu Bapak Heri Susanto, seorang wasit dengan lisensi nasional.
Materi yang disampaikan sangat komprehensif, mencakup aspek teori dan praktik. Para peserta dibekali dengan pengetahuan mendalam mengenai:
- Peraturan Dasar Permainan: Fokus utama pada dua cabang olahraga paling populer di desa, yaitu sepak bola dan bola voli. Peserta mempelajari aturan terbaru, mulai dari pelanggaran, penentuan skor, hingga regulasi pemain.
- Teknik dan Sinyal Perwasitan: Peserta diajarkan cara memberikan isyarat tangan yang benar, meniup peluit dengan intonasi yang tepat, dan teknik penempatan posisi di lapangan agar dapat mengamati jalannya pertandingan dengan optimal.
- Manajemen Pertandingan: Sesi ini membahas cara mengelola emosi pemain, menangani protes secara profesional, dan berkomunikasi efektif dengan kapten tim serta ofisial pertandingan.
- Simulasi Praktik: Pada hari kedua, peserta langsung turun ke lapangan desa untuk mempraktikkan ilmu yang telah didapat. Mereka secara bergantian memimpin pertandingan singkat di bawah pengawasan langsung dari narasumber.
Ketua Karang Taruna Tunas Bangsa, Budi Setiawan, mengungkapkan bahwa ide pelatihan ini muncul dari evaluasi turnamen-turnamen sebelumnya. “Kami sering melihat pertandingan yang bagus harus terganggu karena ada keputusan wasit yang memicu perdebatan. Kami tidak ingin semangat berkompetisi para pemain dicederai oleh hal tersebut. Dengan adanya wasit dari kalangan kami sendiri yang terlatih, kami yakin rasa saling percaya akan meningkat,” jelasnya.
Salah seorang peserta, Rian Hidayat dari RW 03, mengaku mendapatkan banyak sekali ilmu baru. “Sebelumnya saya hanya tahu aturan main dari menonton saja. Setelah ikut pelatihan ini, saya baru paham betapa rumit dan pentingnya peran seorang wasit. Ini bukan hanya soal meniup peluit, tapi tentang menjadi pengadil yang menjaga marwah dari sebuah permainan,” tuturnya dengan semangat.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, Desa Maju Jaya kini memiliki puluhan calon wasit muda yang siap bertugas. Diharapkan, mereka dapat menjadi motor penggerak sportivitas dan meningkatkan mutu setiap kompetisi yang akan datang, termasuk turnamen tahunan menyambut Hari Kemerdekaan. Pemerintah Desa dan Karang Taruna berkomitmen untuk terus mengadakan program pengembangan kapasitas pemuda di berbagai bidang lainnya demi kemajuan desa bersama.
Disclaimer: Artikel ini digenerate menggunakan AI untuk keperluan testing dan development. Jika terdapat kesamaan dengan kejadian, tokoh, atau tempat yang sebenarnya adalah kebetulan semata.