Desa Harapan Jaya, sebuah permata di tengah tantangan keterbatasan lahan pertanian dan perubahan iklim yang kian terasa, baru-baru ini menjadi saksi bisu sebuah terobosan inovatif yang penuh harapan. Pada hari Sabtu, 25 Mei 2024, Balai Desa Harapan Jaya dipenuhi antusiasme puluhan warga yang hadir dalam “Workshop Pertanian Vertikal.” Acara ini diselenggarakan dengan tujuan mulia: memperkenalkan metode pertanian efisien yang memungkinkan warga desa menghasilkan panen melimpah meski dengan lahan yang sempit, bahkan di pekarangan rumah. Inisiatif ini menandai langkah maju Desa Harapan Jaya dalam mewujudkan kemandirian pangan, kesehatan keluarga, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Workshop yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB ini merupakan kolaborasi apik antara Pemerintah Desa Harapan Jaya, didukung penuh oleh Dinas Pertanian Kabupaten [Nama Kabupaten], dan inisiatif dari Kelompok Tani Mandiri Sejahtera setempat. Sebanyak 75 peserta, terdiri dari petani muda yang ingin berinovasi, ibu rumah tangga yang peduli akan gizi keluarga, dan pemuda desa yang mencari peluang baru, tampak serius menyimak setiap sesi. Mereka bukan hanya ingin belajar teori, tetapi juga membawa pulang keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah masing-masing.
Pembukaan acara dilakukan oleh Bapak Suryadi, Kepala Desa Harapan Jaya, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi di tengah perubahan iklim global, ancaman krisis pangan, dan ketersediaan lahan pertanian yang semakin menyempit akibat pembangunan. “Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara lama yang rentan terhadap cuaca dan hama. Pertanian vertikal adalah jawaban cerdas untuk masa depan pangan kita. Dengan metode ini, pekarangan rumah yang kecil pun bisa menjadi lumbung pangan keluarga, bahkan sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan,” ujar Bapak Suryadi disambut tepuk tangan meriah yang menggemuruh di ruangan.
Sesi inti workshop dipandu oleh dua narasumber ahli yang kompeten dari Pusat Penelitian Pertanian Inovatif, Ibu Dr. Intan Permata dan Bapak Ir. Budi Santoso. Mereka menjelaskan secara gamblang konsep dasar pertanian vertikal, yang secara sederhana berarti menanam tanaman secara bertingkat atau tersusun ke atas, memanfaatkan ruang secara maksimal. Berbagai sistem dibahas secara mendalam, namun tetap mudah dipahami, mulai dari hidroponik sederhana menggunakan botol bekas atau talang air, aeroponik yang memanfaatkan semprotan kabut nutrisi langsung ke akar, hingga teknik aquaponik yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem sirkulasi.
Peserta diajak memahami keuntungan utama dari pertanian vertikal, yang sangat relevan bagi kondisi desa saat ini, antara lain:
Puncak dari workshop adalah sesi praktik langsung yang sangat dinantikan. Dengan bimbingan para narasumber dan fasilitator, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk merakit model pertanian vertikal sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat seperti pipa PVC bekas, botol plastik daur ulang, bahkan bambu. Mereka belajar cara menyiapkan media tanam non-tanah, mencampur larutan nutrisi yang tepat, hingga menanam bibit sayuran berdaun hijau seperti selada, kangkung, bayam, dan sawi. Antusiasme terlihat jelas saat tangan-tangan terampil warga desa mulai berkreasi, mengubah bahan sederhana menjadi modul pertanian yang berfungsi.
Ibu Siti Aminah, salah seorang peserta aktif dari kelompok ibu-ibu PKK, mengungkapkan kesan positifnya dengan wajah berseri-seri. “Saya selalu berpikir pertanian itu harus punya sawah yang luas dan butuh tenaga banyak. Ternyata di rumah saja, bahkan di dapur atau di tembok, kita bisa menanam banyak sayuran segar. Ini sangat membantu kami ibu-ibu untuk menyediakan pangan sehat, bebas pestisida, bagi keluarga tanpa harus keluar modal banyak dan juga bisa menghemat pengeluaran belanja harian,” tuturnya dengan senyum semringah.
Manfaat dan Harapan untuk Desa Harapan Jaya:
Keberhasilan workshop ini bukan hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, melainkan dari potensi dampak jangka panjangnya yang transformatif bagi Desa Harapan Jaya. Dengan adopsi yang lebih luas dari pertanian vertikal, desa ini berpotensi:
Penutup:
Workshop Pertanian Vertikal di Desa Harapan Jaya adalah langkah awal yang sangat menjanjikan menuju masa depan pertanian yang lebih cerah, inovatif, dan berkelanjutan. Pemerintah Desa berkomitmen untuk terus mendampingi warga dalam menerapkan ilmu yang telah didapat, termasuk rencana pembentukan kelompok-kelompok tani vertikal, penyediaan bibit awal, dan pendampingan teknis berkelanjutan. Diharapkan, inovasi ini tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Desa Harapan Jaya, menjadikan desa ini sebagai percontohan kemandirian pangan, pusat inovasi pertanian, dan inspirasi bagi desa-desa di wilayah sekitarnya. Mari bersama wujudkan Harapan Jaya yang mandiri, produktif, sehat, dan sejahtera melalui pertanian vertikal!
Kirim Komentar